Huuuaaaaam

Huaaaaamm…

(beberapa menit kemudian)

Huaaaaaaaaaammmm…

(aku kembali menguap)

Lalu, aku mencoba untuk fokus pada dosen yang sedang berbicara di depan kelas. Tapi selang beberapa menit kemudian, kefokusanku pecah. Aku menguap lagi, dan kali ini uapanku makin lebar diimbuhi dengan air mata yang sedikit keluar.

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmm… mmm…

Hahahaha…

Ngakak dalam hati tanpa bersuara dan senyum-senyum sendiri karena kelakuanku di pagi hari, yang masih merasakan ngantuk tapi harus mengikuti perkuliahan. Namun aku pun tak sendirian berperilaku demikian. Seakan-akan tak mau kalah denganku, teman-teman sekelasku lebih sering menguap dan beberapa diantara mereka ketika menguap mengeluarkan suara keras. Aku pun kembali tertawa tanpa suara melihat dalam satu kelas sebagian mahasiswanya menguap berjamaah. Hahahaha. . . lucu…

Fenomena menguap berjamaah dipagi hari pasti bukan hal yang asing lagi bahkan menjadi sebuah kebiasaan yang mungkin tidak disadari atau diabaikan oleh pelakunya karena dianggap wajar. Menurutku ini sesuatu yang lucu dan sangat konyol. Mengapa demikian, karena bagaimana bisa seseorang yang pada malam harinya telah tidur dan bangun dipagi hari ia masih merasakan kantuk dan menguap lebar. Namun dibalik fenomena tersebut pasti ada penyebabnya. Salah satu contoh penyebab mengapa aku menguap dipagi hari, aku kemarin begadang sampai pukul 3.00 pagi karena mengerjakan tugas kuliah yang deadline pengumpulannya esok hari. Aku harus bangun lagi pukul 5.00 untuk sholat subuh dan bersiap-siap berkuliah. Hasilnya aku belum istirahat, lelah, dan aku ngantuk berat. Sehingga pada perkuliahan pagi hati berlangsung aku terus-terusan menguap. Kejadian ini mungkin bukan hanya aku saja yang mengalami tapi sebagian mahasiswa atau kalangan pelajar juga pernah mengalaminya.

Kesimpulannya ngantuk dan menguap dipagi hari saat mengikuti perkuliahan atau pelajaran adalah hal yang sah dan mohon dimaklumi (hahaaha… ngeles mode on). Menurutku ini adalah hukum alam, kalo ngantuk ya nguap.

Hahaha… kasian Sang Matahari disambut dengan uapan yang lebar dan harus mencium bau mulut yang tidak sedap…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s