Mengejar Gelar Sarjana Part 2

Hai Hai Hai…

     Lama banget nggak nulis. Udah berapa bulan ya? Ada yang kangen nggak? Oke skip kayaknya nggak ada. Hahaha.. Selama vacum nulis seperti yang aku bilang dipostingan terakhir, aku lagi sibuk mengejar sarjana.

     Proyek“mengejar sarjana” alhamdullilah sudah terlaksana. Aku sudah sidang skripsi dan tinggal revisi aja sedikit. Rasanya plong, seneng, dan lain sebagainya. Kehabisan kata-kata aku kalau ngomongin perasaan setelah sidang. Pengen teriak-teriak itu rasanya setelah dosen penguji bilang, “Kami nyatakan Anda lulus”. Rasanya jantung itu mak nyesssssss (aku kasih “s” banyak biar ces pleng) hahaha… Rasanya bener-bener emejing banget. Bisa sidang skripsi itu impian seorang mahasiswa semester 8. Normalnya mahasiswa itu menempuh 8 semester setelah itu lulus. Tapi aku yang akhirnya menyandang status semester 9 karena sidangku molor. Mahasiswa semester 9 pun melekat padaku. Dibilang sedih ya lumayan sedih. Kenapa? Karena aku mengecewakan orang tuaku. Beliau yang memberikan biaya yang seharusnya 8 semester dapet bonus tidak menyenangkan 1 semester membayar kuliah. Meski orang tua keliatannya baik-baik aja tapi aku menyadarai mereka pasti kecewa. Di semester 9 ini program KRSku terisi skripsi aja. Bayar satu semester cuman ambil 1 program aja. Duuuh.. Ruginya… Tapi udah kejadian mau gimana lagi. Ini salahku juga. Aku terlalu males mengerjakan skripsi. “MALES” ini hambatan terbesar seorang mahasiswa skripsi. Beda dengan mengerjakan tugas MK yang ada batas waktu yang jelas, misalnya tugas Psikologi Klinis di kumpulkan minggu depan. Kalau skripsi? Nggak ada yang begituan. Tau-tau udah sebulan sebelum yudisium, temen-temen udah pada selesai sidang. Nah aku masih belum bikin pembahasan dan kesimpulan. Emaak.. Skripsi kebut sebulan?  Penelitian kualitatif pula yang aku pake. Rasanya sempet down dan bikin tambah males megang skripsi. Cobaan bener itu yang namanya ‘males’. Cobaan kedua aku lagi seneng-senengnya jalan-jalan. Ada adek kelasku bilang ke aku begini, “Ya ampun mbak, kan sekarang lagi skripsi. Kok nggak kayak orang skripsi”. Aku jawab, “jalan-jalan itu cari ide brilian”. Modus banget jawabanku. Tapi tolong dimaklumi ya, selama perjalanan aku kuliah dari semester 1-4 aku nggak pernah bolos kuliah cuman karena jalan-jalan atau merasakan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan buat refresing. Tapi disemester 5-8 aku jalan-jalan terus. Hehehe.. Hasil jalan-jalan ya bisa di liat di postinganku itu. Alhasil dengan jalan-jalan itu aku lupa sama skripsi karena kesengan keluar. Modus bilang ke adek kelas tentang cari ide brilian tidak terealisasi (namanya juga modus, hehehe). Cobaan berikutnya, aku sibuk cari kerja. Alasannya udah bisa ketebak. Yup yup, karena malu minta uang jajan ke ortu aku lebih baik cari uang jajan sendiri biar nggak ngerepoti mereka. Aku freelance jadi ‘Tester’ di Biro Psikologi dan akhirnya alhamdulliah aku dapet kerja di sebuah sekolah jadi staf psikologi dan guru pendamping. Alhamdulliah banget aku bisa dapet kerja ini. Meski kontrak 1 tahun setidaknya gajinya bisa memenuhi kebutuhanku dan nggak terlalu merepotkan ortu (nggak terlalu karena aku masih numpang di rumah ortu). Ya, itu 3 alasan terbesar yang membuatku menjadi mahasiswa semester 9. Tapi alhamdullilah aku sekarang udah selasai sidang dan menunggu masa-masa wisuda bulan maret 2014. Mahasiswa semester akhir kalau ngomongin soal perjalanan skripsi itu campur aduk rasanya.

     Bagian mahasiswa curhat soal skripsinya kita tinggalkan berlanjut aktivitas setelah sidang. Kita ngomongin yang seneng-seneng sekarang. Heheh..

    Ehem ehem.. Setelah sumpek sidang dan stres berminggu-minggu sebelum sidang aku menetralisir dengan kegiatan menyenangkan 3 September 2013 malam harinya ketemuan sama dia. Cie cie cie.. Pergi ke tempat toko roti yang sering aku lewati tapi nggak pernah aku datangi akhirnya aku datangi juga sama dia buat menghilangkan stres setelah sidang dan cara ini berhasil. Hehe.. seneng deh pokoknya. Terima kasih buat dia karena sudah menemani dan memotivasi selama masa-masa pembuatan skripsi sampe selesai sidang. Seneng kita bisa bareng-bareng sampe sekarang. Sudah ah cerita tentang ini. Malu kalau diterusin cerita. Meski menurut sebagian orang biasa, menurutku ini sesuatu yang tidak biasa.

Akhir kata “SKRIPSI PASTI BERLALU”

Ini toga punya temen. Hehe. BIsmillah aku bisa pake ini di bulan maret 2014

Ini toga punya temen. Hehe. BIsmillah aku bisa pake ini di bulan maret 2014

Ini 2 cuil foto yang berhasil di jepret. Fotonya cuman 2. Aku sibuk cerita ke dia soal sidangku. Hehe..

Kopi dan roti pesanannya.

Kopi dan roti pesanannya.

Ini roti punyaku yang tinggal separo

Ini roti punyaku yang tinggal separo

Tiwied

🙂

5 thoughts on “Mengejar Gelar Sarjana Part 2

  1. whuaaaa.. baca postingan ini bikin mupeng T-T
    pengen lulus juga, maaaaak….
    galau meningkat gara-gara ngeliat postingan yang udah lega sidang, dan berkaca pada diri sendiri yang masih nyusun skripsi gak kelar-kelar!!! aaaaaaak.

      • doakaaaaan! bener banget ya mba, godaan nya banyak banget, apalagi kalo udah diajakkin main sama temen-temen, terus main game, OL.. aaaaaak racun skripsi itu semua.. :3
        makasih tiwied.. doakan kebo yang satu ini bisa sungkem sama orangtua karena sudah lulus sarjana :3

  2. Ping-balik: Postingan Tahun 2014 | Tiwied

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s