Situs Trowulan – Mojokerto

Postingan yang tertunda. Mbolang ini sebenernya udah lama banget  tepatnya Kamis, 26 Desember 2013 (nggak lama-lama banget sih baru 4 bulanan). Alasan klasik kenapa postingan tertunda karena “lagi sibuk”. Eh, tapi aku beneran lagi sibuk. Aku kan ceritanya lagi kerja. Sibuk main-main sama bocil-bocil. Oke skip, kita langsung cerita tentang Situs Trowulan – Mojokerto.

Akhirnya jalan-jalan juga. Perjalanan ini dilakukan saat aku libur kerja. Anak-anak pada libur sekolah. Gurunya ya ikutan libur. Alhamdullilah aku seminggu full libur dan nggak dapat jatah piket. Hihihi.  Kita akhirnya mbolang lagi ke luar kota. Hehehe menyenangkan sekali. Perjalanan kita kali ini ke Mojokerto. Kota kelahirannya. Tepatnya kita jalan-jalan ke Trowulan. Mengunjungi beberapa candi. Berangkat dari Surabaya jam 07.30 sampai Mojokerto jam 09.30. Berbeda dengan mbolang yang pernah kita lakukan. Kali ini kita bawa bekal dari rumah untuk menghemat biaya hahaha… Benar-benar efektif bawa bekal. Biasanya cuman bawa air mineral 2 botol, mbolang kali ini ketambahan bawa bekal mie goreng  dan snack. Hemat mat mat pokoknya…

Kita meninggalkan jejak di tiga candi. Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, dan Candi Bajang Ratu.

Perjalanan pertama mari kita ke Candi Wringin Lawang. Candi Wringin Lawang menurut juru kunci adalah adalah pintu masuk Kerajaan Majapahit. Aku nggak nyangka kalau di Jawa Timur juga ada Candi. Setauku Candi cuman ada di Jawa Tengah (memang treveler yang masih amatir hehe). Sewaktu datang kesana tempatnya sepi, nggak terlalu ramai pengunjung. Hanya beberapa orang. Aku membayangkan bakal banyak orang yang datang kayak di Borobudur atau Prambanan ternyata nggak. Padahal obyek wisatanya juga nggak kalah bagus. Tempatnya juga bersih. Oh ya, disini nggak ada tarif masuk. Hanya ada sumbangan sukarela, mungkin untuk biaya perawatan Candi. Sayang ya, mungkin dengan publikasi lebih obyek wisata seperti ini bisa makin dikenal oleh banyak orang.

Ini Foto perjalanan kita..

Selamat Datang di "CAGAR BUDAYA GAPURA WRINGIN LAWANG"

Selamat Datang di “CAGAR BUDAYA GAPURA WRINGIN LAWANG”

Masuk ke dalam area Cagar Budaya  GAPURA WRINGIN LAWANG

Masuk ke dalam area Cagar Budaya
GAPURA WRINGIN LAWANG

Pintu masuk Candi Wringin Lawang

Pintu masuk Candi Wringin Lawang

Wringin Lawang Temple

Ehem, sapa itu??

Kalau dari pintu masuk bagian ini yang tampak. Tapi ini bagian belakang Candi Wringin Lawang

Kalau dari pintu masuk bagian ini yang tampak. Tapi ini bagian belakang Candi Wringin Lawang

Ini nih bagian tampak depannya. Menurut juru kunci ini pintu masuk Kerajaan Majapahit.

Ini nih bagian tampak depannya. Menurut juru kunci ini pintu masuk Kerajaan Majapahit.

Itu kenapa lenganku bisa segede itu?? Fotografernya tidak profesional.

Itu kenapa lenganku bisa segede itu??

Sesaji di dalam Candi Wringin Lawang

Sesaji di dalam Candi Wringin Lawang

Peresmian Purnapugar Candi Wringin Lawang

Lanjut ke Candi Tikus

Berbeda sedikit dengan Candi Wringin Lawang, Candi Tikus lebih ramai pengunjung. Banyak muda mudi yang pacaran/ berduaan dan berfoto, keluarga beserta rombongan untuk melihat dan foto-foto, dan anak sekolah datang kesini untuk study tour mungkin ya.. Kata partnerku Candi Tikus lebih bayak dikenal orang-orang (entahlah benar atau nggak atau dia cuma sok tau biar keliahatan keren aja). Tau nggak kenapa dinamakan Candi Tikus? Karena saat ditemukan banyak tikus di sekitar candi. Kebayang nggak gimana perasaan yang menemukan. Merinding disko pastinya, geli-geli gitu denger suara tikus yang banyak banget. Sama halnya dengan Candi Wingin Lawang, tidak ada tarif masuk. Hanya ada tarif parkir. Disini tempat kita istirahat sejenak untuk makan bekal. Yeeaah..

Berikut foto jejak di Candi Tikus

Candi Tikus

Candi TIkus

Candi Tikus

Candi Tikus

Candi Tikus

Di area Candi Tikus ada taman dan ini bentuk tangan-tangan tidak bertanggung jawab. ALAY BANGET ini anak, pake coret-coret batu segala. Merusak fasilitas umum.

Di area Candi Tikus ada taman dan ini bentuk tangan-tangan tidak bertanggung jawab. ALAY BANGET ini anak, pake coret-coret batu segala. Merusak fasilitas umum.

Perjalanan terakhir kita singgah di Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu letaknya tidak jauh dari candi Tikus, mungkin hanya beberapa meter. Disini tempatnya lebih adem. Tempatnya luas banget. Bagus pokoknya. Disini pengunjung juga lumayan banyak yang datang. Aku sempet ketemu sama wisatawan asing dari Korea dan China. Gimana aku bisa tau, padahal wajahnya mirip-mirip. Dari bahasanya sewaktu mereka ngomong. Hehehe.. Bersyukur banget sewaktu kita istirahat sejenak duduk di Taman menikmati keindahan area Candi seorang Bapak-bapak parubaya menyapa dan bertanya dari mana asal kita. Ternyata beliau adalah penjaga di Candi Bajang Ratu (Ini yang dinamakan duduk-duduk berhadiah. Dapet informasi gratis dari penjaga) Yeeeh… Beliau banyak cerita tentang sejarah Bajang Ratu dan Candi-candi yang ada di Trowulan Mojokerto. Partnerku yang paling semangat tanya-tanya dan cerewet juga ini anak kalau cerita tentang bangunan.

Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu

Partnerku cerita waktu kecil dia kesini boleh naik ke dalam Candi. Tapi sekarang pengunjung tidak diperbolehkan naik karena untuk menjaga agar bangunan tetap kokoh.

Partnerku cerita waktu kecil dia kesini boleh naik ke dalam Candi. Tapi sekarang pengunjung nggak boleh naik karena untuk menjaga bangunan agar tetap kokoh.

Hampir terlewat.. Kolam Segaran

KoLam Segaran

Kolam Segaran

Kita melintasi Kolam Segaran saat menuju ke Candi Tikus. Luas banget tempatnya. Menurut cerita Penjaga Candi Bajang Ratu itu adalah tempat menjamu tamu-tamu kerajaan atau pesta. Fungsi untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan yang kaya dan kuat (kalau nggak salah inget sih gitu. hehehe). Jadi sehabis mereka makan tempat makan mereka buang ke dalam kolam. Tapi di dalam kolam sudah dipersiapkan jaring untuk menambil kembali tempat makan tersebut. Gile bener… Kaya banget ya Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit ini keren ya ternyata. Kenapa? Pada jaman dulu mereka sudah mengenal pool party hahahaha.. pesta di sekitar kolam. Aku kira pool party itu dari luar negeri tapi di dalam negeri juga mengenal pool party. Bener nggak?

Oke.. itu sedikit cerita tentang perjalanan Di Trowulan Mojokerto. Kata Bapak Penjaga di Candi Bajang Ratu masih banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi di Trowulan Mojokerto contohnya musem, Candi Brahu, dan lain-lain.. lain kesempatan aku dan partner akan kesana.

Sebenarnya postingan tentang perjalanan ke Trowulan Mojokerto sudah pernah di posting sama partner jalan-jalan seumur hidup (*ehem keselek..) Postingan dia lebih lengkap tentang Trowulan Mojokerto. Dia banyak cerita soal sejarah tempat yang kita kunjungi dan opini dia dari sudut pandang bidang ilmu arsitek. Kalau punyaku biasa-biasa saja. Isinya curhatan selama jalan-jalan dan foto-foto narsis. Tapi nggak kalah bagus kok, karena banyak fotoku. Hahaha. Kalau mau baca lebih lengkap tentang Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, dan Candi Bajang Ratu bisa buka blognya Trowulan, Mojokerto | Historical Site

Sampai ketemu lagi di Mbolang berikutnya…🙂

Tiwied

🙂

6 thoughts on “Situs Trowulan – Mojokerto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s