Hari Buruh (May Day)

Hari Buruh (May Day) diperingati tiap tanggal 1 Mei, dan hari ini adalah Hari Buruh diperingati sebagai libur nasional. Kebetulan juga ini adalah tahun pertamaku memperingati Hari Buruh.  Sebagai pekerja yang digaji aku masuk kategori buruh dan berhak dapat hari libur hehehe :p Bagaimana latar belakang terjadinya hari buruh? Karena aku bukan ahli sejarah kalian bisa baca di Wikipedia Hari Buruh atau search aja di google ya Mbak dan Mas brow WP…

Hari Buruh diperingati dan sebagian besar dari mereka tumpah kejalanan (demo) untuk menyuarakan hak mereka sebagai pekerja yang belum terpenuhi (menurut pendapatku sih). Salah satu hal yang mereka suarakan adalah tentang kenaikan upah pekerja, jaminan kesehatan, dan status pekerja pada suatu lembaga/ perusahaan. Upah kerja selalu jadi tuntutan utama dalam demo-demo yang dilakukan buruh. Banyak penelitian dibidang ilmu psikologi membahas mengenai upah dan pekerja dan hasilnya terdapat pengaruh atau adanya hubungan upah dan pekerja yang mempengaruhi kinerja, komitmen mereka dalam bekerja.

Kaum buruh menginginkan kenaikan upah karena harga kebutuhan pokok yang naik/ mahal, belum lagi tagihan listrik, air, bayar sekolah anak dan lain sebagainya. Jika Upah kerja mereka rendah/ sedikit bagaimana mereka bisa memenuhi/ mebayar itu semua. Saya setuju upah pekerja naik jika memang harga-harga kebutuhan pokok, biaya air, listrik juga naik dengan begitu mereka tidak kekurangan dan tetap bisa memenuhi kebutuhan dan membayar tagihan. Pengeluaran yang dikeluarkan sepadan dengan pendapatannya. Namun pernah suatu kejadian aku melihat ada demo yang pekerjanya minta kenaikan gaji. Aku melihat rata-rata demonstran tersebut naik kendaraan motor yang menurutku mewah untuk kelas seorang buruh. Miris melihatnya, menurut pendapatku. Kalau seperti ini bagaimana? Mereka mampu beli motor mewah tapi masih menuntut gaji lebih. Hal ini yang perlu dievaluasi. Perusahaan/ lembaganya yang memberi upah rendah/ kecil atau pekerjanya yang memang sudah menjadi konsumerisme. Mari renungkan sejenak.

Tuntutan kedua adalah tentan jaminan kesehatan. Namanya manusia pasti pernah mengalami sakit. Sudah menjadi tanggung jawab atasan kesehatan karyawannya dan hak mereka mendapat jaminan kesehatan. Belum lagi jika suatu pekerjaan yang memang berisiko tinggi misalnya pekerja konstruksi bangunan. Jika terjadi kecelakaan kerja pada mereka misalnya jatuh dari gedung yang bertanggung jawab membiayai pengobatan siapa lagi kalau bukan Si Bos. Pelayanan kesehatan yang diberikan sebaiknya disesuaikan kebutuhan atau yang baik, jangan karena dia hanya seorang buruh cuman diberi pelayanan seadanya atau nggak layak. Pemberian asuransi kepada keluarga jika memang pekerjanya ada yang meninggal. Jika yang meninggal adalah tulang punggung bagaimana nasib keluarganya jika tidak ada asuransi. Mereka yang ditinggalkan akan sangat kesusahan. Untuk itu para atasan perhatikan kesehatan karyawannya. Untuk karyawannya dijaga kesehatan dan keselamatannya dalam bekerja. Atasan dan karyawan kan sama saling membutuhkan. “Orang miskin juga bisa sakit, orang miskin juga manusia yang harusnya diperlakukan sama dalam mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan“.

Staus pekerja. Siapa sih yang pengen ganti-ganti kerja? Semua orang pengen bisa kerja tetap. Ganti-ganti pekerjaan itu nggak enak. Harus selalu memulai dari awal dan itu nggak efesien. Menetap di suatu tempat kerja dan bisa lama disana, memberikan karya besar disana merupakan suatu keuntungan bagi perusahaan. Mengapa? karena bisa dipastikan pekerja tersebut sudah loyal terhadap perusahaan. Jika seperti itu perusahaan nggak perlu susah-susah cari pekerja baru dan mengajari mereka lagi dari awal hal tersbut bakal menambah anggaran perusahaan. Sekarang coba pikirkan para atasan perusahaan? Milih pekerja baru atau pekerja yang lama? Untuk pekerjanya jika sudah jadi pekerja tetap ya jangan males-malesan, mentang-mentang udah jadi pekerja tetap jadi penurunan kinerja.

Suatu organisasi atau dalam suatu perusahaan/ lembaga yang perlu dievaluasi bukan hanya buruh/ pekerjanya. Para atasan juga perlu dong disupervisi. Sehingga bisa saling evalusi kondisi diri. Fungsi evaluasi kan untuk memperbaiki hal yang salah dan meningkatkan hal yang sudah benar hingga akhirnya tercapai tujuan organisasi/ perusahaan tersebut.

Barusan tulis apaan ya aku?? Kok kayaknya aku sok tau banget. Hehehe.. Itu pendapatku, maaf jika ada yang tersungging (maksudnya tersinggung).

Tiwied

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s