Me Time : Tiwied & Kedai Kopi Moengkopi

Ketemu lagi di Me Time. Nggak terlalu me time sebenernya. Hanya beberapa jam aja bisa me time kemudian datanglah partner bergabung.

Datang ke kedai atau kafe kopi adalah pengalaman pertama. Datang ke tempat semacam ini bukan aku banget sebenernya. Secara aku juga bukan pecinta kopi, sama sekali nggak ngerti kopi, dan kopi yang aku minum adalah kopi botolan yang dijual di supermarket.  Tapi demi sebuah pengalaman baru dan sebuah ide untuk nulis blog datanglah aku ke kedai kopi di ujung timur Surabaya. Setibanya di moeng.kopi, tempatnya bagus banget. Lampu kuning redup, bangunan yang arsitektural, dan nyaman. Saat tiba disana ternyata belum buka jam operasional dan kebetulan selesai acara mahasiswa arsitektur sharing. FYI, moeng.kopi adalah kafe sekaligus studio arsitek HNK architect (PT. Handal Natsa Kedhaton). Nggak salah kalau bangunan dan interiornya keren banget.

20170819_145603

Tampak Depan Moengkopi (HNK architect)

Menurut pendapatku semenjak Film Filosofi Kopi tayang di bioskop kedai kopi atau cafe yang menyajikan kopi sebagai menu utama semakin ramai dikunjungi anak-anak muda metropolis. Berkunjung ke kedai kopi seperti Strubucks Coffee, Excelso, Coffe Toffe, dan cafe kopi lainnya yang terkenal sudah menjadi gaya hidup. Nongkrong bareng teman, wifi’an, numpang colokan, dan mengerjakan tugas kuliah sudah umum terlihat di kedai kopi. Minum Kopi nggak cuman menjadi gaya hidup tapi memunculkan bisnis baru karenanya mulai banyak bermunculan kedai kopi dengan berbagai ciri khas. Muncul kedai kopi, muncul pula pekerjaan pembuat kopi yang disebut barista. Pekerjaan Barista seperti yang diperankan oleh Chikko Jerico pun semakin meningkat. Menjadi karyawan  freelance disebuah kedai kopi pun menjadi kebanggaan bagi mahasiswa. Dasyhat bener memang ini film pengaruhnya bagi industri kopi, menurut pendapatku aku lho ya..

Kiri (Kopi Aceh), Kanan (Kopi Sunda)

Aku mengenal kedai kopi dan barista dari Drama Korea berjudul Coffee Prince. Penggemar Gong Yoo yang tamvan angkat tangan…!!! Ciaah.. oppa… (okay alay). Yes, Gong Yoo sebagai pemilik Kedai Kopi dan Yoon Eun Hye sebagai pegawai yang ingin sekali menjadi barista. Ya memang sih ceritanya banyak seputar cinta. Tapi dari drama ini aku tau menjadi pembuat kopi atau barista itu ada ilmunya. Jadi ya nggak sembarang tuang air panas ke kopi ada tekhniknya. Belum lagi menyajikan kopi yang bergambar. Syuulit sepertinya. Pernah aku coba bikin gambar diatas kopi Cappuccino sachets’an hasilnya bisa ditebak, saya gagal. Haha… Mau sok-sokan kayak iklannya. Selain dari drama korea aku tau tentang kopi juga dari baca webtoon “Ngopi, Yuk!”. Disini siapa yang penggemarnya Pak Gundul atau Kipli atau Lona? Webtoon ini latar ceritanya tentang kehidupan sehari -hari yang ada di Warung Kopi (Warkop) milik Pak Gundul dan banyak juga membahas soal trend kopi. Banyak disetiap episodenya kena banget. Benar banyak terjadi di sekitar kita.

Kopi bisa dibilang teman yang datang dan pergi. Karena aku minum kopi saat butuh begadang dan saat sulit untuk poop (red: BAB) hehehe.. Kopi ini pencahar paling ampuh. Beberapa jam setelah minum kopi aku bakalan sakit perut dan berujung poop sebanyak 2-3x. Aku mulai mengenal minum kopi saat kuliah. Yes, tau sendiri kehidupan mahasiswa dengan tugas yang bukan main banyaknya apalagi sewaktu masa skripsi. Kopi adalah sahabat melek buat aku. Uyeye…

Ini pembahasannya random begini yak?? Okey balik lagi aja ke moengkopi. Pemilik moengkopi ini adalah mahasiswa arsitektur di institut terkenal di Surabaya. Tau kan namanya institut apa?? Saat disana pemiliknya sedikit bercerita tentang berdirinya moengkopi. Terus aku dapat pengetahuan kopi dari baristanya, yang kayaknya kalau disuruh cerita tentang kopi nggak akan ada habisnya. Ya namanya juga udah cinta, pastinya banyak banget yang ingin disampaikan tentang pengetahuannya. Ada pengetahuan kopi yang masuk ada juga yang mendal hehe.. maafkan ya mas. Aku bukan lagi endorse lho ya. Tapi rekomen buat kalian yang pengen tahu cerita tentang kopi. Ketemu sama Mas Barista yang dengan senang hati memberi pengetahuan atau kalian yang mahasiswa arsitektur mau menikmati bangunan arsitektural karya Bapak Ir. Hari Sunarko, IAI atau kalian mahasiswa maupun  jurusan apapun pengen cari suasana baru untuk diskusi, atau penggemar kopi yang ingin ngopi-ngopi syantiik coba datang kesini.

Mushola yang adem banget untuk sholat. Disampingnya ada kolam ikan.

Meja panjang, cocok untuk yang datang kesini rombongan.

Kalau yang datang berduaan bisa disini.

Setelah ngopi jangan lupa bayar

Naik yuk ke lantai 2

Menuju lantai 2

Ruang Diskusi

Balkon

Balkon. Muat Hanya 2 – 3 orang

Ngobrol dengan pemilik, semacam reuni ini sih dianya.

Ruang Kerja

Kalau kalian bagaimana pengalamannya dengan kopi maupun kedai kopi?

Tiwied

🙂

Iklan

One thought on “Me Time : Tiwied & Kedai Kopi Moengkopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s