Me Time: Tiwied and The Book Store

Ceritanya lagi boring banget di rumah. Nggak tau mau ngapain. Weekend abu-abu pokoknya. Tiba-tiba pengen melakukan sesuatu yang udah lama nggak dilakukan “melakukan hal gila” (dalam versiku). Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan “Me Time”. Lama kayaknya nggak jalan-jalan sendirian seperti hari ini. Enak juga ternyata tapi sepi rasanya. Seperti ada yang kurang. Me Time kali ini emang mendadak, aneh banget, dan memang saking kurang kerjaannya. Minggu, 15 maret 2015 pukul 15.00 WIB cuaca lagi hujan deres banget. Nekatlah aku keluar rumah. Mau kemana? Dari judulnya udah pasti tau aku mau kemana. Yup yup, aku ke toko buku. Bukan hanya satu toko buku tapi dua toko buku aku datangi. Toko buku pertama ada di Jl. Margorejo. Ada yang tau dimana itu? Mahasiswa Surabaya pasti tau. Jika ada yang jawab TOGAMAS Anda benar. Sebagian mahasiswa yang kuliah di Surabaya pasti akrab sama TB yang satu ini. Ini TB wajib sewaktu kuliah. Buku-buku kuliah disini murah banget dan komik novel juga murah (oke cukup promosinya). Sampai di TB ini langsung meluncur ke lantai 2 untuk cari novelnya Ika Natassa. Ternyata eh ternyata, yang dicari nggak ada. Stok buku habis dan nggak tau kapan datangnya. Maunya langsung balik tapi dalam hati berkata masak iya udah jauh-jauh sampai sini langsung pergi? Untuk menghargai diri sendiri akhirnya beli novelnya Ika Natassa yang judulnya ‘a very yuppy wedding’. Lumayan lah.. daripada nggak dapat apa-apa. Nggak sia-sia kan usaha menerjang hujan sepanjang 12km selama kurang lebih 45-50 menit setidaknya membuahkan hasil.

a very yuppy weddin by Ika Natassa

a very yuppy wedding by Ika Natassa

Sedikit cerita dulu ya bagaimana perjalanan ini bisa terjadi dan tentang gimana rasanya menerjang hujan. Nggak tau kenapa ya pas denger suara adzan langsung bangun dari depan TV. Ambil handuk dan mandi. Setrika kerudung dan baju. Siap-siap tanpa makeup karena percuma pakai makeup karena diluar lagi hujan deres. Susah-susah pakai bedak dan lipstik juga ntar ilang gara-gara kena air hujan. Langsung deh pergi. Ambil kunci motor dan ngeeeeeng… saya sudah berada dijalan menikmati hujan. Sudah lama rasanya nggak menikmati hujan seperti hari ini. Naik motor pelan-pelan, merasakan air hujan membahasahi wajah, dan kaki merasakan genangan air yang ada di jalan raya. Terakhir benar-benar menikmati hujan kayak gini pas SMA. Aku seneng banget kalau pas hujan. Padahal bawa jas hujan, tapi nekat aja nggak pakai supaya bisa hujan-hujan. Niatnya dulu biar bisa nggak masuk sekolah juga karena pasti besoknya meriang (nggak enak badan) Hahaha.. akal bulus. Hujan, banyak kenangan yang terjadi saat hujan turun. Senang sedih. Aku selalu suka hujan. Sebelum maupun sesudah hujan.

Oke, lanjut ya cerita alay tentang merasakan hujan. Lanjut aja cerita perjalanan. Dari Jl. Margorejo meluncurlah ke Jl. Ahmad Yani yang memang letaknya nggak terlalu jauh dari Jl. Margorejo. Kira-kira TB apa? Iya bener GRAMEDIA. Kebetulan GRAMEDIA ini berada didalam sebuah Mall namanya Royal Plaza. Sampai di TKP nggak langsung ambil novelnya Mbak Ika tapi tergoda buat ambil buku terbarunya Kakak Radit yang judulnya ‘Koala Kumal’ (Ya, saya sepertinya masuk dalam jajaran anak alay karena beli bukunya Kakak Radit). Jujur ya, aku bukan fans fanatik Raditya Dika. Nggak bermaksud membela diri juga (tapi memang sedikit membela biar nggak dibilang alay akut). Aku hanya sekedar suka membaca bukunya Radit. Kenapa? Dari bukunya setidaknya aku kurang lebih bisa tau bagaimana isi kepala cowok tentang menghadapi kehidupannya dan cara berpikirnya menghadapi segala hal (menurutku sih begitu, nggak tau kalau pembaca lainnya). Tinggalkan Kakak Radit. Lanjut berburu novel Mbak Ika. Ada sekitar 5 menit nggak ketemu-ketemu juga novelnya Mbak Ika di rak bagian novel. Sampai akhirnya nyerah dan tanya petugas. Eeeh.. ternyata novelnya dipindah dibagian depan. Padahal sebelumnya aku lihat nggak disitu tempatnya.Ya sudah, nggak lama-lama di Gramedia. Langsung ngacir ke kasir buat bayar hasil berburu.

Koala Kumal by Raditya Dika

Koala Kumal by Raditya Dika

Twivortiare 2 by Ika Natassa

Twivortiare 2 by Ika Natassa

Btw, aku kenal novel Ika Natassa dari Desi adek kelas sekamar di asrama. Dia yang kali pertama ngenalin aku sama novelnya Ika Nattasa. Novel pertama yang aku baca judulnya ‘divortiare’. Entah bagaimana aku langsung jatuh cinta sama novel karangan Mbak Ika. Mungkin karena Om Beno (karakter dalam novel). Akibat ketagihan aku pinjem lagi novel lainnya. Judulnya ‘antologi rasa’. Mampus.. setelah baca antologi rasa aku galau. Benar-benar galau. Kenapa? Kisahnya mirip-mirip sama kejadianku tapi nggak serumit cerita novel. Duh, kisah sahabat yang cinta sahabatnya dan bla bla.. Duuuh.. pusing pokoknya, tapi sukses bikin aku galau dan ketagihan baca sampai-sampai nggak keluar kamar selama sehari penuh buat selesaiin baca novelnya. Asal tau aja sewaktu baca novelnya itu aku sedang dalam masa-masa skripsi. Jadi makin galau pada saat itu. Galau sama Haris, Keara, Ruly, dan Denise dan galau berat sama skripsi yang nggak selesai-selesai padahal udah ditagih dosen pembimbing. Pada akhirnya setelah aku berpenghasilan sendiri belilah novelnya Mbak Ika. Malu ah, pinjem terus. Hehehe.. Novel pertama yang aku beli ‘Antologi Rasa’. Pilihan jatuh pada novel ini karena pada saat itu Mbak Ika menuangkan tulisannya dalam bentuk ilustrasi. Gambar-gambarnya semuanya Mbak Ika sendiri yang menggambar. Jadilah aku beli bukunya. Ceritanya sih sama tapi yang bikin beda ada gambarannya Mbak Ika. Keren pokoknya.

Antologi Rasa Ilustated Edition written and ilustrated by Ika Natassa

Antologi Rasa
Ilustated Edition
written and ilustrated by Ika Natassa

Antologi Rasa Salah satu adegan dalam novel

Antologi Rasa
Salah satu adegan dalam novel

This is my weekend. . .

Mau langsung balik masih males. Masih pengen jalan-jalan. Lagian penasaran sama novelnya Mbak Ika yang ‘twivortiare 2’. Hasilnya aku sendirian ‘nerd’ duduk di foodcourd baca novel dan nulis-nulis nggak jelas untuk blog.

Masa dimana nulis-nulis nggak jelas. Hanya Es teh yang menemani.

Masa dimana nulis-nulis nggak jelas. Hanya Es teh yang menemani.

Udah keluar rumah juga. Sayang kalau langsun pulang. Tiba-tiba kepikiran buat lanjut jalan-jalan lagi. Mau kemana enaknya? Biar arah angin yang menentukan.

Tiwied

🙂

7 thoughts on “Me Time: Tiwied and The Book Store

  1. ‘twivortiare 2 aku lumayan bosen bacanya. Padahal semua novel2 Ika biasanya bisa dibaca ngebut tapi yang ‘twivortiare 2 udah 3 bulan gak kelar2 huhu. Malahan baca novel yang lain.

  2. Ping-balik: Me Time: Tiwied and New Place | Tiwied

    • kebetulan aku kan udh pernah baca box setnyaa Ika natassa, tapi pinjem. Hehehe.. kalau pas budget tipis ya aku beli yg belum pernah aku baca dulu. Klo kmu belum baca bukunya Ika ya beli aja yg Ika. Hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s